Kota Administrasi Jakarta Selatan

Kota-Administrasi-Jakarta-SelatanKredit peta: Petatematikindo.

Jakarta Selatan terletak pada 106’22’42 Bujur Timur (BT) s.d. 106’58’18 BT, dan 5’19’12 Lintang Selatan (LS). Luas Wilayah sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Nomor 1815 tahun 1989 adalah 145,37 km2 atau 22,41% dari luas DKI Jakarta. Terbagi menjadi 10 kecamatan dan 65 kelurahan, berada di belahan selatan banjir kanal dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara        : Banjir Kanal Jl. Jenderal Sudirman Kecamatan Tanah Abang, Jl. Kebayoran Lama dan Kebun Jeruk
  • Sebelah Timur        : Kali Ciliwung
  • Sebelah Selatan      : Berbatasan dengan Kota Administrasi Depok
  • Sebelah Barat         : Berbatasan dengan Kecamatan Ciledug, Kota Administrasi Tangerang

Topografi
Topografi Wilayah Jakarta Selatan pada umumnya dapat dikategorikan sebagai daerah perbukitan rendah dengan tingkat kemiringan 0,25%. Ketinggian tanah rata-rata mencapai 5-50 meter di atas permukaan laut. Pada wilayah bagian selatan, banjir kanal relatif merupakan daerah perbukitan jika dibandingkan dengan wilayah bagian utara.

Iklim
Jakarta Selatan beriklim panas dengan suhu rata-rata pertahun 27°C dengan tingkat kelembapan berkisar antara 80-90%. Arah angin dipengaruhi angin Muson Barat terutama pada bulan Mei-Oktober.

Demografi

Jakarta Selatan terdiri dari 10 kecamatan dengan jumlah penduduk 1.893.705 jiwa. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Tebet dan yang terjarang adalah Kecamatan Cilandak

Jumlah Penduduk dan Kepadatan per Kecamatan, 2010

No.

Kecamatan

Total

Luas (km2)

Kepadatan
(jiwa/km2)

1

Tebet

221.421

9.53

23.234,10

2

Setiabudi

100.582

9.05

11.114,03

3

Mampang Prapatan

141.160

7.74

18.237,73

4

Pasar Minggu

257.781

21.91

11.765,45

5

Kebayoran Lama

270.423

19.31

14.004,30

6

Cilandak

181.562

18.20

8.975,93

7

Kebayoran Baru

157.370

12.91

12.189,78

8

Pancoran

119.437

8.23

14.512,39

9

Jagakarsa

242.714

25.38

9.563,20

10

Pesanggrahan

201.255

13.47

14.940,98

Jakarta Selatan

1.893.705

145.73

12.994,61

                Sudin Kependudukan & Catatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Potensi Kota

Jakarta Selatan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Jakarta yang juga menjadi Ibukota negara Indonesia dituntut untuk terus menerus mengembangkan dirinya sesuai dengan dinamika pembangunan yang berkembang dan semakin maju. Jakarta Selatan dihadapkan pada berbagai persoalan ekonomi, sosial kependudukan, dan sarana prasarana kota yang memadai.

Jakarta Selatan merupakan daerah pemukiman. Masih banyak ditemukan perkampungan alami yang teridiri dari mayoritas komunitas budaya asli Betawi. Dengan kondisi lingkungan yang hijau, teduh dan tenang, menjadikan wilayah ini sebagai pilihan golongan ekonomi atas dan warga asing untuk bermukim. Hal ini terlihat dari munculnya pemukiman golongan ini di berbagai bagian wilayah Jakarta Selatan, seperti Setiabudi, Pondok Indah, Permata Hijau, Kebayoran Baru, dan Kemang.

Fenomena di atas telah mendorong tumbuh pesatnya sektor ekonomi. Berbagai pusat perbelanjaan berkembang dengan pesat, seperti International Trade Centre (ITC) Fatmawati, Gandaria City, Kawasan Kemang, Poins Square dan Carefour di kawasan Lebak Bulus, dan lainnya. Munculnya pusat perbelanjaan ini semakin melengkapi pusat perbelanjaan sebelumnya, yaitu kawasan Blok M menjadi icon belanja warga dan seluruh warga Jakarta, bahkan luar kota.

Jakarta Selatan juga memiliki potensi pengembangan industri kecil bahkan sampai dengan pangsa ekspor. Di antaranya sentra konveksi pakaian di Mampang dan Kebayoran Lama. Potensi lainnya adalah sektor wisata alam. Jakarta Selatan memenuhi syarat sebagai pusat wisata lingkungan, flora, dan fauna, karena kaya akan situ dan danau, kolam pemancingan, pohon dan buah langka dan produktif (rambutan rapiah, nangka lande, krendang, pohon kapuk, kemuning, melinjo, pepaya, pisang, jambu, dukuh, tanaman anggrek).

Potensi wisata ini semakin besar dengan kekayaan budaya tradisional Betawi. Ragam budaya asli ini sudah diinventarisir, diantaranya seni tradisional Qasidah, Marawis, Keroncong, Gambang Kromong, Lenong, Gambus, Pencak Silat, dan berbagai tarian Betawi. Festival-festival seni dan budaya juga semakin gencar dilakukan di Jakarta Selatan untuk melestarikan budaya Betawi dan memperkaya khasanah budaya Jakarta, seperti festival Kemang dan Festival Palang Pintu.

Di samping sebagai pusat kegiatan ekonomi, Jakarta Selatan juga kondusif sebagai pusat pendidikan. Berbagai perguruan tinggi internasional berdiri di wilayah Jakarta Selatan, antara lain Jakarta International School (JIS), Sekolah Perancis, dan sekolah Kedutaan asing lainnya. Tidak ketinggalan juga pendidikan lokal bertaraf nasional dan internasional bermunculan di wilayah ini, antara lain Perguruan Al-Azhar, Al-Izhar, Al-Ikhlas, Universitas Moestopo, Universitas Pancasila, ISTN, dan Universitas Nasional.

Perkembangan pembangunan Jakarta Selatan yang sangat pesat, di samping menimbulkan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, juga menimbulkan dmapak negatif, seperti narkoba, kemacetan transportasi, dan sebagainya. Permasalahan ini terus menjadi perhatian dan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk terus memperbaiki diri seiring perkembangan zaman yang semakin modern dan maju.

Sumber: Profil Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Iklan

Penulis: Editorial Staff

Ordinary Blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.